Now Reading
25 di Antaranya di Beijing China Laporkan 32 Kasus Baru Corona Masih Terus Mewabah

25 di Antaranya di Beijing China Laporkan 32 Kasus Baru Corona Masih Terus Mewabah

Avatar

Ibu kota China, Beijing melaporkan peningkatan 25 kasus baru dalam 24 jam. Hal itu disampaikan Komisi Kesehatan Nasional China pada Jumat (19/6/2020). Dibandingkan dengan hari sebelumnya, hanya 21 kasus dikonfirmasi positif.

Pemerintah Beijing membatasi pergerakan orang di ibu kota dan meningkatkan langkah lain untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut setelah serangkaian terjadi penularan lokal dan klaster baru. Pemerintah Beijing juga telah menetapkan lebih banyak 'lockdown' di permukiman dan melakukan tes masif kepada warganya untuk menghentikan penyebaran virus corona. Secara nasional, China melaporkan 32 kasus baru konfirmasi virus corona.

Lima kasus asimtomatik pasien Covid 19, mereka yang terinfeksi tetapi tidak menunjukkan gejala. Wabah baru Covid 19 di Beijing dikaitkan dengan pasar makanan dan sayuran di pasar Xinfadi. Berdasarkan data, per 11 Juni lalu, sudah 158 kasus baru dikaitkan dengan klaster Pasar Xinfadi.

Sebagai langkah pencegahan, lebih seribuan penerbangan domestik masuk dan keluar dari Beijing dibatalkan pada Rabu (17/6/2020), sebagai upaya untuk membendung penularan wabah virus corona (Covid 19) di ibukota China. South China Morning Post melaporkan, 1.255 penerbangan yang seharusnya terbang dari dan ke Bandara Internasional Beijing Daxing dan Bandara Internasional Beijing Capital dibatalkan. Beijing dan sejumlah provinsi di China juga telah melarang warganya untuk berpergian meninggalkan kota.

Bukan itu saja, otoritas setempat pun menghentikan sejumlah moda transportasi pada Selasa (16/6/2020) untuk menghentikan penyebaran virus corona ke kota dan Provinsi lain. Di pusat keuangan China, Shanghai, pemerintah meminta para wisatawan dari Beijing menjalan karantina selama dua minggu, ketika 27 kasus baru Covid 19 ditemukan. Kemunculan puluhan kasus baru Covid 19 di Beijing memicu kekhawatiran akan potensi gelombang kedua di China.

Sebagaimana diketahui, virus ini pertama kali muncul di Wuhan, China pada Desember 2019, sebelum menyebar ke seluruh dunia dan menjangkiti lebih dari 8 juta orang. "Beijing akan mengambil tindakan yang paling tegas, menentukan, dan ketat untuk menghentikan wabah," ujar Xu Hejian, juru bicara pemerintah kota Beijing, dalam konferensi pers pada Selasa (16/6/2020). Pejabat Kesehatan China, Senin (15/6/2020) pagi, kembali melaporkan 49 kasus baru, termasuk 33 kasus terkait pasar itu.

Pada Selasa (26/6/2020) pagi, otoritas China melaporkan 40 kasus baru konfirmasi positif Covid 19. Menurut Komisi Kesehatan Nasional China, 27 kasus baru terdapat di Beijing. Beijing telah menetapkan 22 titik sebagai daerah berisiko sedang pada Senin kemarin.

See Also

Hal ini perlu untuk mengambil tindakan yang ketat, mengantisipasi potensi masuknya infeksi. Semua kelompok berisiko tinggi di Beijing, seperti yang punya kontak dekat dengan mereka yang terpapar, tidak diperbolehkan untuk meninggalkan kota, demikian laporan media milik pemerintah, People’s Daily. Media China, Global Times melaporkan, otoritas Beijing mendorong setidaknya dua provinsi terdekat untuk melakukan pelacakan warga yang punya riwayat ke pasar Xinfadi.

Semua taksi dan jasa layanan mobil lainnya juga telah ditangguhkan. Beberapa rute bus jarak jauh antara Beijing dan Provinsi Hebei dan Shandong dihentikan. Setidaknya tiga layanan shuttle bus dari Hebei dan satu lagi dari Inner Mongolia ke Bandara Beijing ditangguhkan. Prihatin tentang risiko menular, banyak Provinsi juga telah merapkan persyaratan karantina bagi pengunjung dari Beijing.

Pada Selasa, Shanghai mulai meminta wisatawan dari daerah berisiko Covid 19 di China untuk jalani karantina selama 14 hari.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Terradorap.com © Copyright 2019 - All Rights Reserved. Nikmati Hari dengan Informasi Terbaru.
Scroll To Top