Now Reading
Bareskrim Tetapkan 13 Tersangka Dalam Kasus PT Hanson

Bareskrim Tetapkan 13 Tersangka Dalam Kasus PT Hanson

Avatar

‎Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri menetapkan 13 orang sebagai tersangka kasus tindak pidana perbankan dan pasar modal yang diduga dilakukan perusahaan properti PT Hanson International Tbk. "Setelah dilakukan gelar perkara, akhirnya penyidik menetapkan status tersangka pada 13 individu dan pihak PT Hanson. Dari 13 tersangka, tujuh di antaranya sudah ditahan yakni RHS, AT, R, RM, RA, J, dan JI," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra, di Bareskrim Polri, Jumat (13/3/2020). Selain menetapkan tersangka, lanjut Asep, penyidik juga memeriksa 59 saksi mulai dari direksi dan komisaris PT Hanson, ‎pengurus koperasi, markekting, investor, dan nasabah dari Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya.

"Kami periksa juga saksi ahli dari OJK dan Kementerian Koperasi dan UKM," kata Asep. Sementara itu, ‎untuk barang bukti yang disita kepolisian berupa akta pendirian PT, disposisi pengeluaran dana, data nasabah, hingga buku daftar dan calon anggota. Sebelumnya Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman telah melaporkan perusahaan properti PT Hanson ke Bareskrim atas dugaan tindak pidana perbankan dan pasar modal.

Hal tersebut karena PT Hanson yang dipimpin Benny Tjokrosaputro telah melakukan penghimpunan dana dari masyarakat. Kegiatan ini melanggar Undang Undang Perbankan pasalnya hanya bank yang boleh menghimpun dana dari masyarakat. Menurut MAKI PT Hanson diduga melanggar UU No 10 tahun 1998 tentang Perbankan dan UU No 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Kegiatan yang dilakukan PT Hanson yakni berbentuk deposito dengan jangka waktu tiga sampai enam bulan. Uang yang dikumpulkan, kata Boyamin digunakan PT Hanson untuk membeli lahan di Maja, Parung, dan Lebak. MAKI menduga kegiatan ini dilakukan PT Hanson sejak 2006 hingga pertengahan 2019.

See Also

Perusahaan ini sudah menghimpun dana sekitar Rp 2,4 triliun. Sebelumnya OJK telah memberi sanksi administratif terhadap perusahaan Benny Tjokro dan dua orang lainnya terkait perkara tersebut. PT Hanson dihukum denda Rp 500 juta dan Benny Tjokro didenda Rp 5 miliar.

Boyamin mengaku tidak puas dengan hukuman OJK sehingga melapor ke Bareskrim.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Terradorap.com © Copyright 2019 - All Rights Reserved. Nikmati Hari dengan Informasi Terbaru.
Scroll To Top