Now Reading
Brunei Darussalam Tidak Ada Penambahan Kasus Baru Covid-19 dalam 12 Hari Lebih

Brunei Darussalam Tidak Ada Penambahan Kasus Baru Covid-19 dalam 12 Hari Lebih

Avatar

Brunei Darussalam menandai hari ke 12 tidak ada penambahan kasus baru infeksi Covid 19. Hari ke 12 ini jatuh pada Selasa (19/5/2020) lalu dan diumumkan pemerintah, sebagaimana dilaporkan . Sehingga sampai Selasa, jumlah kasus infeksi masih di angka 141.

Menteri Kesehatan, Dr Mohd Isham Jaafar menyoroti prestasi Brunei ini pada konferensi pers harian di Departemen Kesehatan pada Selasa, lalu. Menkes mengaku turut bahagia dengan perkembangan wabah di negara saat ini. "Alhamdulillah, dengan rahmat Allah SWT, tidak ada kasus baru infeksi Covid 19 di negara ini."

Jumlah total kasus Covid 19 di Brunei Darussalam tetap mencapai 141," kata Jaafar. Sementara itu, jumlah pasien sembuh juga belum bertambah. Hingga Kamis (21/5/2020), Worldometers masih mencatat 136 pasien Covid 19 yang sembuh di negara itu.

Pusat Isolasi Nasional mencatat ada empat total kasus aktif saat ini. Adapun dua pasien di antaranya dalam perawatan intensif. Satu di antaranyamembutuhkan pertolongan untuk jantung menggunakan EMCO dan bantuan pernapasan.

Sementara yang satunya lagi hanya membutuhkan bantuan pernapasan. Sisanya dalam kondisi stabil. Menteri Kesehatan mengatakan ada 97 orang yang sedang menjalani karantina.

Isolasi demi memutus rantai penyebaran Covid 19 ini tertuang dalam Undang Undang Penyakit Menular (Bab 204). Sejauh ini sudah ada 2.582 warga Brunei yang menyelesaikan karantinanya. Selama 24 jam terakhir, ada 222 sampel diuji untuk virus SARS CoV 2. Negeri Petro Dolar ini, telah melakukan tes Covid 19 sebanyak 17.636.

See Also

Tes ini terhitung dilakukan sejak Januari hingga Mei 2020. Pada laman resminya, pihak Kemenkes mengatakan sudah ada 169.212 orang yang mendaftar Aplikasi Bruhealth. Bruhealth merupakan sebuah aplikasi kesehatan yang diluncurkan pemerintah Brunei.

Meski kondisi terbilang sudah terkendali, pemerintah tetap menghimbau bisnis yang melibatkan interaksi untuk mematuhi anjuran kesehatan. Bisnis yang dimaksudkan adalah potong rambut, perawatan wajah, dan pijat. Selain rajin membersihkan dan memakai masker serta sarung tangan, para pegiat bisnis diharuskan memberi jarak satu meter per kursi pelanggan.

Bagi pelanggar aturan ini akan dikenakan denda sesuai undang undang penyakit menular di negara ini.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Terradorap.com © Copyright 2019 - All Rights Reserved. Nikmati Hari dengan Informasi Terbaru.
Scroll To Top