Now Reading
Get Plastic Dorong Pengembangan Ecoeduwisata Peduli Sampah Plastik

Get Plastic Dorong Pengembangan Ecoeduwisata Peduli Sampah Plastik

Avatar

Sampah plastik masih menjadi permasalahan Indonesia dan dunia. Salah satu komunitas yang peduli soal sampah plastik yaitu Komunitas Get Plastic yang diinisiasi Dimas Bagus Wijanarko. Dimas menyadari, selama tiga tahun berjalan, Get Plastic tentunya belum terlalu signifikan memberikan sumbangsih.

Get Plastic menyadari masih banyak pekerjaan rumah (PR) untuk mengurai permasalahan ini. "Penyadaran, edukasi, kampanye, pemberdayaan, sinergitas, riset dan data serta dukungan regulasi dibutuhkan sebagai strategi untuk menyelesaikan PR tersebut," ujar inisiator Get Plastic Dimas Bagus Wijanarko, dalam keterangan tertulis, Selasa (24/12/2019). Dimas mengatakan, ini merupakan kerja bersama antar stakeholder baik itu dari pemerintah, NGO, pelaku bisnis dan masyarakat.

Dimas mengaku, Get Plastic sendiri telah mengambil beberapa peran strategis yang disesuaikan dengan skill dan kemampuan yang dimiliki. Salah satu upaya yang dilakukan Get Plastic adalah pemberdayaan berbasis komunitas dalam manajemen sampah plastik. Dan salah satu mitra yang didampingi dalam waktu kurang lebih satu tahun terakhir ini adalah Rumah Toleransi, Banyuwangi.

Dalam jangka waktu setahun tersebut ada banyak pembelajaran dan pencapaian yang diperoleh. Manajemen sampah yang dilakukan Rumah Toleransi beberapa kali mendapatkan kunjungan dari pihak luar baik itu untuk tujuan studi banding maupun penelitian. "Oleh sebab itu selanjutnya Rumah Toleransi beorientasi untuk mengembangkan wilayahnya menjadi ecoeduwisata (wisata edukasi berbasis ramah lingkungan,red)," ujarnya.

See Also

Untuk mempromosikan ini, Get Plastic bekerja sama dengan Desa Sembulung menyelenggarakan Festival Pasar Tradisional pada 13 15 Desember 2019 lalu di Rumah Toleransi, Desa Sembulung, Kelurahan Cluring, Banyuwangi. Festival ini bertujuan untuk mengembangkan potensi daerah; meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya; melestarikan kembali budaya interaksi sosial melalui ekonomi. Dalam tiga hari tersebut terdapat berbagai kegiatan seperti pasar tradisional, workshop melukis, workshop lingkungan, workshop fotografi, pameran instalasi dari sampah plastik, pertunjukan seni tradisional, seni dan musik modern serta peluncuran alat terbaru dari Get Plastic.

Bagus mengatakan, festival ini membuktikan manajemen sampah tidak hanya berwujud lingkungan yang bersih tetapi juga dapat berwujud pengembangan wilayah menjadi destinasi wisata. "Festival ini bukanlah merupakan puncak atas kerja kerja sebelumnya, tetapi merupakan awal dari tahap selanjutnya," katanya.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Terradorap.com © Copyright 2019 - All Rights Reserved. Nikmati Hari dengan Informasi Terbaru.
Scroll To Top