Now Reading
Inilah Hal yang Dihindari Olehnya soal Pancasila Rocky Gerung Tegaskan Dirinya Tak Anti Pancasila

Inilah Hal yang Dihindari Olehnya soal Pancasila Rocky Gerung Tegaskan Dirinya Tak Anti Pancasila

Avatar

Pengamat Politik Rocky Gerung menegaskan dirinya tidak anti Pancasila. Hal itu diungkapkan Rocky Gerung saat menjadi bintang tamu di acara Sarinya Berita Realita TV pada Kamis (12/12/2019). Mulanya, Rocky Gerung mempertanyakan apakah Pancasila berada di bagian pembuka atau Mukadimah Undang undang Dasar 1945.

Sehingga, Pancasila tidak bisa diubah sesuai yang terdapat pada UUD 1945 Pasal 37. "Iya kan saya tahu bahwa Pancasila itu adanya di dalam priembel, dalam Mukadimah dan dianggap tidak bisa diganti karena di dalam Mukadimah." "Saya bilang itu juga debatnya nanti itu, apakah betul Mukadimah bukan bagian dari konstitusi sehingga tidak terkena Pasal 37," ujar Rocky Gerung.

Kemudian, Rocky Gerung mengatakan bahwa mengapa justru ungkapannya soal Pancasila bisa diganti menimbulkan kontroversi. Sedangkan, masalah itu masih bisa diperdebatkan. "Jadi saya membuka wacana itu justru untuk melihat celah celah yang oleh bangsa menangkap buruk kalau dia diganti."

"Jadi saya perlihatkan bagian yang masih rentan untuk diperdebatkan," ujarnya. Meski membuka wacana itu, namun Rocky Gerung menegaskan bahwa dia tidak bermaksud mengganti Pancasila. "Nah orang menganggap saya akan mengganti Pancasila bukan, saya bilang konstitusi memungkinkan itu," ungkapnya.

Menurut Rocky Gerung, Pancasila memang bisa diubah sesuai Pasal 37. "Jadi kalau Anda tidak mau ganti hati hati loh sebab konstitusi bilang dia bisa diubah, Pasal 37 bilang kalau mengubah begini begini." "Nah saya menganggap Pancasila itu ada di dalam konstitusi," ungkap Pengamat Politik asal Manado itu.

"Jadi kita tegaskan lagi ya, di sini tidak ada yang anti Pancasila ya pastinya," balas presenter Rahma Sarita. Saat ditanya demikian, Rocky Gerung menegaskan dirinya tidak anti Pancasila. Yang ia hindari adalah orang orang yang menganggap Pancasila adalah ideologi.

"Jelas, yang saya anti cara berpikir orang menganggap Pancasila itu ideologi," katanya. Lantas ia menantang di manakah aturan yang menyebut Pancasila itu adalah ideologi. "Lalu saya tanya di mana ada dokumen yang mengatakan Pancasila adalah ideologi negara," ungkap Rocky Gerung.

Sedangkan, ia menyebut bahwa Presiden Soekarno dan Soeharto menyebut Pancasila bukan ideologi. "Di dalam konstitusi cuma disebut dasar negara Bung Karno bilang itu adalah filsafat negara." "Pak Harto bilang itu asas negara, asas tunggal malahan," ucapnya.

Sehingga, hal itu diminta tidak menjadi masalah. "Jadi persoalan ideologi tak perlu dipermasalahkan," kata dia. Pada kesempatan itu, Rocky Gerung juga mengungkapkan perkembangan kasus pelaporan terhadap dirinya oleh kader PDIP.

Sebagaimana diketahui, Rocky Gerung dilaporkan terkait pernyataan presiden tidak paham Pancasila. Pelaporan kasus itu rupanya ditolak oleh pihak kepolisian. Kasus tersebut ditolak lantaran bukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melaporkan masalah tersebut.

See Also

"Gimana itu perkembangan kasusnya kan kemaren sudah dilaporkan tapi ditolak oleh polisi karena tidak ada surat kuasa dari Jokowi," tanya presenter Rahma Sarita. Lantas, Rocky Gerung membenarkan pertanyaan sang presenter. Meski demikian, Rocky Gerung mengatakan bahwa bisa saja suatu waktu kembali dilaporkan.

"Ya itu polisi memang prosedurnya begitu, ya mungkin saja suatu waktu dilaporin ulang," ungkapnya. Kemudian, ia memberikan himbauan pada pelapornya yakni Henry Yosodiningrat untuk lebih berhati hati. "Tapi kehati hatian pengacara karena ini kan menyangkut profesi yang dielu elukan publik, pengacara jadi musti hati hati itu pak Yosodiningrat itu kan," ucap dia.

Rocky Gerung tampak terlihat enteng menanggapi pelaporan itu lantaran ia merasa bahwa pelaporan tersebut tidak masuk akal. "Saya kira memang enggak masuk akal sesuatu yang sudah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi bahwa delik itu sudah dihilangkan," ungkap Pengamat Politik 60 tahun ini. Jika memang Jokowi tersinggung, seharusnya Mantan Wali Kota itu yang melaporkan.

Seperti saat presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang melaporkan kasus penghinaan ke Polda Metro Jaya. "Jadi kalau yang tersinggung Pak Jokowi mustinya, Pak Jokowi mustinya secara pribadi lakukan." "Sama seperti dulu Pak SBY. Dia datang sendiri ke Polda melaporkan kasus penghinaan itu," jelas Rocky Gerung.

Kemudian, saat ditanya oleh presenter bahwa tak akan bisa dibesuk di penjara, Rocky Gerung langsung membalas godaannya. "Ya jangan besuk di penjara, di tempat lain lah," ucap Rocky Gerung.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Terradorap.com © Copyright 2019 - All Rights Reserved. Nikmati Hari dengan Informasi Terbaru.
Scroll To Top