Now Reading
Jasad Orangtua Napi di Jambi Dibawa menuju Depan Lapas VIRAL! Tak Dapat Izin Pulang Melayat

Jasad Orangtua Napi di Jambi Dibawa menuju Depan Lapas VIRAL! Tak Dapat Izin Pulang Melayat

Avatar

Seorang napi di Jambi viral setelah tak diizinkan pulang untuk melayat orangtuanya. Keluarga yang geram nekat membawa jenazah ke depan lapas. Kesedihan mendalam masih dirasakan oleh seorang narapidan pria di Lapas Klas IIB Bangko, Merangin, Jambi. Lama tak bertemu, kini narapida tersebut justru mendapat kabar jika orangtuanya telah meninggal.

Sayangnya, narapidana tersebut juga tak bisa menunjukkan baktinya sebagai seorang anak untuk menghantarkan orangtuanya di peristirahatan terakhir. Hal ini lantaran sang narapidana tak mendapat izin untuk pulang melayat walaupun hanya sebentar saja. Geram dengan kebijakan Lapas Klas IIB Bangko, Merangin, Jambi, keluarga sang napi nekat membawa jasad ke penjara.

ND sudah menepati lapas tersebut sebagai tahanan selama bertahun tahun. Selama bertahun tahun itu pula, ND tak bisa melihat atau bahkan menemui orang tuanya. Tepat pada Jumat (30/11/2019) kemarin, orang tua ND yang sudah lama dirindukan tiba tiba menghembuskan napas terakhirnya.

Lantas, ND yang mendengar hal tersebut pun meminta kepada pihak lapas untuk mengizinkannya pulang melayat. Tapi rupanya, pihak lapas tak mengizinkan ND untuk keluar sama sekali, meskipun alasannya untuk pergi mengantar orang tuanya ke pembaringan terakhir. Tak habis akal, pihak keluarga ND pun ikut turun tangan untuk mengurus perizinan.

Bahkan demi keamanan pihak keluarga bersedia ND datang melayat dengan pengawasan ketat. Namun nahas, rupanya upaya mereka pun sia sia. Pihak lapas tetap tak mengizinkan ND untuk keluar meski hanya sebentar.

Lantaran prihatin dengan ND yang sedih tak bisa melihat orang tuanya untuk yang terakhir kali, pihak keluarga pun berinisiatif untuk nekat. Dengan bantuan warga dan pihak lapas, keluarga pun membawa jasad orang tua sang napi hingga ke depan sel tempat ND ditahan. Tak ayal, ND yang telah menunggu dari balik jeruji pun langsung menjerit nangis saat melihat orang tuanya yang terbujur kaku ada di hadapannya.

Tanpa bisa menyentuh atau memeluk jasad orang tua yang begitu ia rindukan, ND menangis dari balik jeruji. Air mata tak henti hentinya jatuh membasahi wajah ND saat melihat orang tua yang bertahun tahun tak bisa ia jumpai kini telah meninggal dunia. Mirisnya lagi, ND bahkan tak bisa mengantar jasad orang tuanya ke pembaringan terakhir.

Kejadian memilukan yang dialami ND ini rupanya sempat ramai dan viral di media sosial. Banyak warganet yang mengecam pihak lapas atas kejadian memilukan ini. Mereka menyebut pihak lapas sama sekali tak punya hati nurani atas kejadian ini.

See Also

Ada juga yang menyebut kalau yang meninggal ataupun yang menjadi tahanan adalah pejabat, pasti diizinkan untuk izin sementara. Mereka pun membandingkan kejadian ini dengan mantan Gubernur Jambi yang dulu sempat mendapat izin dari pihak lapas untuk pulang melayat. "Dulu orangtua Zumi Zola (mantan Gubernur Jambi,red) meninggal, tapi KPK memberikan izin keluar.

Tak hanya itu, kejadian ini juga sampai mendapatkan sorotan dari ketua DPRD Kabupaten Merangin, Herman Effendi. Herman Efendi sangat kecewa atas kebijakan pihak Lembaga Pemasyrakatan LP Merangin. "Saya atas nama pribadi dan sebagai Ketua DPRD Merangin merasa sangat kecewa atas kebijakan pihak LP yang tidak manusiawi, yang tidak memberi izin kepada seorang anak yang berduka karena orang tua kandungnya meninggal dunia," kata Herman Effendi melalui telepon seluler.

Menurut dia, jika khawatir tahanan tersebut kabur, pihak<span ></span>lapas<span ></span>harus mengawal ketat untuk melepaskan ketempat peristirahatan orangtua ND tersebut. Sebagian isi artikel ini sudah tayang di Sosok.id dengan judul

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Terradorap.com © Copyright 2019 - All Rights Reserved. Nikmati Hari dengan Informasi Terbaru.
Scroll To Top