Now Reading
Pahami Dulu 3 Jenis & Makna Simbol Ini Agar Terhindar Tilang di Jalur Sepeda

Pahami Dulu 3 Jenis & Makna Simbol Ini Agar Terhindar Tilang di Jalur Sepeda

Avatar

Terhitung mulai tanggal 25 November 2019, penindakan kendaraan yang melewati jalur sepeda sudah mulai diberlakukan. Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Budi Setiawan mengatakan, sejauh ini pihaknya telah memetakan titik pelanggaran terbanyak di kawasan jalur sepeda di Jakarta Selatan. Mayoritas masyarakat beralasan tidak tahu mengetahui jika berkendara melewati jalur sepeda akan ditilang. Padahal, sosialisasi sudah dilakukan sejak tiga bulan lalu.

Menurut Budi, seharusnya masyarakat sudah tahu jika jalur sepeda tidak untuk kendaraan motor dan mobil. Sebab, jalur sepeda sudah dilengkapi marka garis sepanjang jalur dan marka berwarna hijau. Sejauh ini, pihaknya belum bisa memastikan berapa kendaraan yang sudah terjaring razia karena penindakan dilakukan pihak kepolisian.

"Penindakan hukumnya kepada angkutan pribadi itu kan memang kewenangan dari pihak kepolisian," kata Budi. "Tapi kami membantu berkolaborasi dengan melakukan patroli rutin untuk melakukan tindakan preventif menghalau dan menganjurkan suapaya jalur sepeda tidak diambil oleh kendaraan bermotor," tambah dia. Budi berharap ke depannya penindakan bisa berkurang sehingga masyarakat bisa menghargai para pengguna sepeda dengan tidak menggunakan jalur sepeda.

Lantas bagaimana para pengendara bermotor agar tidak kena tilang? Selain tidak menggunakan jalur sepeda untuk kendaraan bermotor, pengendara juga harus mengetahui simbol simbol yang ada di jalur sepeda. Hal itu dapat membantu para pengendara untuk tidak melanggar dan melintas di jalur sepeda.

Sebelumnya Budi mengatakan, mayoritas pelanggar mengaku tidak tahu adanya peraturan tersebut. Pelanggar lain mengatakan tidak paham fungsi marka yang ada di jalur sepeda. Budi Setiawan mengatakan, di jalur sepeda punya tiga marka yaitu marka garis putus putus, garis solid (tanpa putus putus), dan marka berwarna hijau.

Area yang diberi marka garis putus putus bisa dipakai oleh semua pengguna jalan. Para pengendara kendaraan bermotor roda dua dan roda empat bisa melintas di garis putus putus itu jika ingin berbelok. "Kalau putus putus ini memang bisa dipakai untuk bersama jadi dia kan belok," terang Budi Setiawan.

Area di dalam garis solid khusus untuk sepeda, tidak boleh dilewati para pengedara kendaraan bermotor. Jika para pengendara tak ingin kena tilang di jalur sepeda, sebaiknya jangan melintas di jalur yang bergaris solid. Sementara marka warna hijau hanya sebagai penegasan bahwa jalur tersebut untuk para pesepeda.

"Marka hijau kan sebenarnya ini hanya penegasan jika di sini ada jalur sepeda tetapi marka pengaturan lebih kepada marka putihnya ketika dia solid maka itu tidak boleh di langgar," ucap dia. Dia berharap para pengguna jalan bisa menghargai para pesepeda dengan tidak melintasi di jalur sepeda. Melansir Kompas.com, Polisi sudah mulai melarang penggunaan otopet dan skuter listrik di jalan raya.

See Also

Menariknya, larangan tersebut ternyata juga berlaku bagi pemilik pribadi, bukan hanya sewaan. Hal ini dikatakan oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Menurut dia, teguran atau penilangan dilakukan untuk otopet dan skuter listrik atau atau milik pribadi.

"Kita berlakukan rata, semuanya tetap sama. Jadi mau yang sewaan atau yang milik pribadi, kalau di jalan raya kita tegur dan larang. Jika mereka mencoba lari, baru kita tindak berupa tilang," ucap Yusri. Lebih lanjut, Yusri juga mengatakan saat ini otopet atau skuter listrik hanya berlaku di area area tertentu yang sudah memiliki izin. Bahkan, bila menggunakanya di jalur sepeda pun tetap akan ditindak.

Hal ini sedikit berbeda dengan yang sebelumnya diucapkan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo. Seperti diketahui, Safrin menjelaskan, konsentrasi awal larangan otopet ataupun skuter listrik hanya difokuskan untuk yang sewaan. Bahkan, dalam Pergub No 128 Tahun 2019 mengenai Penyediaan Jalur Sepeda yang sudah diluncurkan pada Jumat (22/11/2019), telah dijelaskan dalam Pasal 2 bahwa selain sepeda, jalur tersebut juga bisa dilalui oleh beberapa jenis kendaraan lain, dari sepeda listrik, skuter, otopet, hoverboard, hingga unicyle.

"Untuk skuter ini mekanismenya harus ada tambahan sosialisasi, untuk jalur sepeda ini kan sudah clear, kalau otopet sementara ini diatur di tempat tertentu dulu," kata Yusri. Sayangnya, ketika mencoba untuk mengonfirmasikan hal ini, sampai saat ini belum ada jawaban dari pihak Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Terradorap.com © Copyright 2019 - All Rights Reserved. Nikmati Hari dengan Informasi Terbaru.
Scroll To Top