Now Reading
Pengakuan Dewi Tanjung Tetap Ragukan Kebutaan Novel Baswedan Meski Pelaku Sudah Ditangkap Cari Iba

Pengakuan Dewi Tanjung Tetap Ragukan Kebutaan Novel Baswedan Meski Pelaku Sudah Ditangkap Cari Iba

Avatar

Ditangkapnya dua pelaku penyerang Novel Baswedan hingga kini masih menjadi sorotan. Dua pelaku berinisial RB dan RM berhasil ditangkap pada Kamis 27 Desember 2019. Kasus yang terjadi 2,5 tahun lalu ini, rupanya kembali menarik perhatian dari politisi PDIP Dewi Tanjung.

Diketahui, pada Oktober lalu Dewi Tanjung sempat menuding jika kasus yang dialami Novel Baswedan hanyalah rekayasa. Bahkan Dewi Tanjung juga sempat melaporkan Novel Baswedan ke polisi karena kasus penyebaran berita bohong atau hoaks. Kini, meski pelaku penyerangan sudah ditangan kepolisian hal itu lantas tak membuat Dewi Tanjung percaya.

Dewi Tanjung mengakui jika dirinya masih tetap meragukan kebutaan yang dialami oleh Novel Baswedan. Keraguan Dewi Tanjung itu disampaikan melalui tayangan YouTube Taks Show tvOne Sabtu 28 Desember 2019. "Dari awal saya mengatakan dilihat dari CCTV memang ada adegan penyiraman ke pada Novel Baswedan," ujar Dewi Tanjung.

Lantas Dewi Tanjung pun memperjelas jika dirinya ragu dan janggal soal kebuataan yang dialami oleh Penyidik Senior KPK tersebut. "Yang saya maksudkan adalah rekayasa yang saya ragu dan janggal adalah kebutaan Novel Baswedan," jelasnya. Kemudian Dewi Tanjung kembali mengungkit mengenai kronologi penyiraman terhadap Novel Baswedan.

Ia mengungkapkan jika penyerangan itu terjadi dari arah belakang sebelah kanan. Namun kebutaan yang dialami Novel Baswedan justru di mata sebelah kiri. "Korban penyiraman air keras dari belakang kanan tapi mata kiri yang buta, yang sampai saat ini putih dan parah," ucap Dewi Tanjung.

Tak hanya itu saja, Dewi Tanjung juga menyinggung pengacara dari Novel Baswedan, Saor Siagian. Saat itu, Dewi Tanjung menjelaskan jika dirinya sempat debat mengenai kondisi mata Novel Baswedan. "Yang katanya yang satu sudah permanen, yang satu lagi 30 persen, itu ucapan dari Bapak Saor Siagian waktu tempo hari debat dengan saya," cerita Dewi Tanjung.

Mengejutkannya, ditangkapnya dua pelaku penyerang Novel Baswedan diakui Dewi Tanjung juga karena apresiasinya. "Saya juga mengapresiasi kerja polisi menangkap pelaku ini dan mudah mudahan ini betul pelakunya," ungkap Dewi. Menurut Dewi Tanjung dengan ditangkapnya dua pelaku itu, akan segera diketahui jenis air keras apa yang disiramkan ke wajah Novel Baswedan.

"Jadi kita mau tahu air apa yang dipakai untuk menyerang Novel Baswedan sehingga menjadi buta dua matanya ini, tapi mukanya tidak apa apa," ucap Dewi Tanjung. "Beton di rumah Novel Baswedan itu hancur dan putih putih. Itu saya di lihatin videonya." Dewi Tanjung justru menduga jika Novel Baswedan hanya mendramatisir penyiraman air keras yang dialami.

Ia pun mengimbau agar pihak polisi bisa melakukan berita acara pemeriksaan (BAP) kepada Novel Baswedan. Bahkan politisi PDIP ini mempertanyakan tujuan Novel Baswedan, apakah mencari iba dari orang. "Itu satu, yang saya maksudkan itu kebutaannya, apa ini dia terlalu mendramatisir matanya ini untuk mencari iba orang atau itu betul betul buta karena air keras ini ," ucap Dewi.

"Atau buta lain, makanya bisa di BAP, saya minta pihak kepolisian untuk mendatangkan ahli mata dan ahli bedah kulit." Ia pun menambahkan hal tersebut perlu dilakukan sebagai pembuktian pernyataan pengacara yang menyebut Novel Baswedan melakukan operasi plastik. "Apakah betul Novel pernah melakukan operasi plastik seperti pernyataan lawyer lawyer nya yang selama ini berbicara di media," pungkasnya.

Pelaku penyiram air keras kepada Novel Baswedan akhirnya tertangkap. Diketahui, dua pelaku tersebut ternyatamasih anggota Polri aktif. Setelah penyerang Novel Baswedan tertangkap, sosok Dewi Tanjung kembali menjadi sorotan.

Pasalnya, Dewi Tanjung sempat menuding jika kasus Novel Baswedan adalah rekayasa. Bahkan Dewi Tanjung sempat melaporkan Novel Baswedan ke polisi atas kasus menyebarkan berihat bohong atau hoaks melalui media eletronik. Setelah 2,5 berlalu akhirnya kasus Novel Baswedan ini berhasil terungkap.

Kini titi terang kasus penyiraman air panas sudah mulai terlihat. Pada Kamis 26 Desember 2019, pelaku penyerangan Novel Baswedan ini telah ditangkap oleh kepolisian. Kabareskrim Polri KOmjen Listyo Sigit Prabowo mengungkap jika pelaku penyerangan Novel Baswedan ada dua orang.

Keduanya merupakan anggota polisi yang masih aktif. "Tadi malam (Kamis malam), tim teknis bekerja sama dengan Brimob, mengamankan pelaku yang diduga melakukan penyeraman kepada saudara NB ( Novel Baswedan)," kata Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (27/12/2019). "Dua orang, insial RM dan RB. Polisi aktif," ucap Bareskrim Listyo Sigit Prabowo.

Bahkan, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Kombes Argo Yuwono mengatakan dua pelaku ini sudah ditetapkan sebagai tersangka atas penyeranganNovelBaswedan. "kedua terduga pelaku langsung kita interogasi, mulai tadi pagi sudah kita tetapkan sebagai tersangka, tadi siang sudah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka," kata Argo Yuwono. Menurut Argo Yuwono, tersangka penyiram air kerasNovelBaswedandiamankan di kawasan Cimanggis, Depopk.

"Diamankan lalu dibawa ke Polda Metro Jaya di Jalan Cimanggis, Depok," katanya. Argo Yuwono tidak menjawab ketika ditanya dari dua tersangka penyerangNovelBaswedanbertugas di kesatuan mana. Ketua Presidium IPV Neta S Pane mengaku sudah mengantongi identitas lengkap dua penyerangNovelBaswedan.

See Also

Menurut Neta, pelaku penyerang Novel berpangkat Brigadir. Penangkapan penyerangNovelBaswedanini rupanya sudah samapi di telingaDewiTanjung. Politisi PDI PDewiTanjungmengaku kaget mendengar informasi ditangkapnya terduga pelakupenyiramanairkerasterhadapNovelBaswedan.

Dewi Tanjung pun mengaku belum mendapatkan keterangan dari kepolisian soal perkembangan kasus penyerangan terhadap mantan anggota Polri itu sampai Kamis (26/12/2019) kemarin. Maka dari itu,DewiTanjungpun menunggu perkembangan terkini dari kepolisian terkait kasus penyiraman itu. "Nanti apabila sudah benar benar ditangkap dan hasil penyelidikan sudah ada baru akan ketahuan apa yang sebenarnya terjadi. Jadi, kita tunggu saja apa hasil penyelidikan polisi," katanya.

Setelah itu,DewiTanjungberharap kebenaran tersebut akan menemukan jalan keluarnya. "Kebenaran itu akan menuju kepada pintu kebenarannya. Tuhan Maha Adil dan Kuasa akan segera terungkap fakta kebenarannya," tegasDewiTanjung Namun Dewi Tanjung mengaku masih belum percaya jika nama dan foto pelaku belum dipublikasikan ke publik.

"Selama pelaku belum diungkap namanya dan belum dipajang ke hadapan wartawan saya masih menunggu kepastiannya," tambahnya. Meski begitu, rupanya netizen dan publik masih teringat dnegan kata kataDewiTanjungyang dulu sempat menuding penyeranganNovelBaswedanini hanya rekayasa. Bahkan tagar tangkap Dewi Tanjung #TangkapDewiTanjung kembali menggema di Twitter

Sutradara Fajar Nugros pun sempat mempertanyakan nasibDewiTanjung, apakah akan ditangkap atau tidak "Lha terus kmrn yg bilang rekayasa bijimana dah? Dapet berapa sih ampe segitunya?," tulis Fajar Nugros Di kolom komentar cuitan Iwan Fals pun banyak netizen yang menuliskan tagar tangkapDewiTanjung#TangkapDewiTanjung

"Alhamdulillah Penyiram Air KerasNovelBaswedanudah ketangkep," tulis Iwan Fals @ikakhozid123: @iwanfals Kemana perginya dewi tanjung ya yg udah koar2 gak jelasss #tangkapdewitanjung @JoemadieH: #TangkapDewiTanjung Penyebar hoax

@Pufah2: Bismillah yang udh fitnah di kukus dipenjara, di presto mulutnya krn udh nyebar hoax. tudungnya copot aja lilitin di mulut #TangkapDewiTanjung @rudipy: #TangkapDewiTanjung Jangan dibiarkan orang kayak gini bebas, meresahkan, penyebar fitnah @AlMaidah_54:DewiTanjungkapan ditangkap min @DivHumas_Polri @BareskrimPolri ?? #TangkapDewiTanjung

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Terradorap.com © Copyright 2019 - All Rights Reserved. Nikmati Hari dengan Informasi Terbaru.
Scroll To Top