Now Reading
Program Simaskota Diapresiasi Pemprov DKI Hadirkan Sanitasi Layak menuju Warga

Program Simaskota Diapresiasi Pemprov DKI Hadirkan Sanitasi Layak menuju Warga

Avatar

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai pemasalahan kualitas sanitasi lewat berbagai macam kegiatan. Puncak program Sanitasi Untuk Masyarakat Kota (Simaskota) DKI Jakarta digelar selama dua hari, pada, 17 18 Desember 2019. Ini merupakan lokakarya pembelajaran yang dilaksanakan di ruang seribu wajah Balaikota DKI Jakarta.

Selain itu, digelar media trip dengan mengundang wartawan untuk berkunjung ke wilayah dampingan program yaitu ke kelurahan Tebet Timur, Jakarta Selatan dan Pademangan Barat, Jakarta Utara. "Pemprov DKI menyatakan apresiasi terhadap program Simaskota sebagai salah satu bentuk nyata kolaborasi antara warga, NGO, private , dan pemerintah dalam mengakselerasi pemenuhan sanitasi yang layak bagi warga Jakarta," kata Ir Suharti MA PhD Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Pemukiman Provinsi DKI. Jakarta memiliki jumlah penduduk sebesar 10.177.924 jiwa (Data BPS 2017). Dengan jumlah penduduk yang demikian besar, Pemerintah Provinsi DKI jakarta menghadapi permasalahan terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) warganya.

Salah satu permasalahan yaitu sekitar 475 ribu jiwa (117 ribu KK) penduduk tidak memiliki tangki septik untuk tempat penampungan pembuangan jamban. Dari jumlah jamban yang dimiliki penduduk, hanya 63,55% yang dalam kondisi layak. Kondisi jamban yang tidak layak menyebabkan tinja yang ditampung di dalamnya mencemari air tanah dan air permukaan/sungai.

Dampaknya, air sungai di Jakarta tidak dapat berfungsi sebagai sumber air baku untuk air minum penduduk. Masalah lainnya adalah, walau menggunakan/memiliki jamban namun jika jambannya tidak layak berarti pengguna/pemiliknya masih melakukan buang air besar sembarangan (BABS) atau open defecation . Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) atau Open Defecation Free (ODF) saat ini menjadi salah satu target capaian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Upaya mendorong percepatan pencapaian 100% Stop BABS salah satunya adalah melalui program Simaskota ( Sanitasi untuk Masyarakat Kota DKI Jakarta). Program ini adalah kolaborasi multi pihak yang diinisiasi oleh pihak swasta yaitu Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pemrov DKI Jakarta bekerjasama dengan Konsorsium SPEAK Indonesia dan Yayasan Pembangunan Citra Insan (YPCII) sebagai mitra kerja, dan didukung oleh USAID IUWASH PLUS. Kolaborasi ini diwujudkan untuk membantu percepatan progam sanitasi di DKI Jakarta. Sementara itu, Rismana Adji, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga (Kesjaor), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, mengatakan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) saat ini gencar dilaksanakan dan perlu dukungan semua pihak.

"Sampai hari ini, sebanyak 25 atau 9% dari 267 Kelurahan di DKI Jakarta yang sudah mencapai 100% Stop BABS/ODF. Harapannya, di tahun 2022 seluruh kelurahan di DKI Jakarta sudah melaksanakan STBM sesuai target yang dicanangkan," kata Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji, juga sependapat bahwa penanganan sanitasi sangat membutuhkan kolaborasi. Saat ini sekitar 5.000 RT dari 579 RW Jakarta Selatan, kisaran 10% 15% masih perlu penanganan sanitasi yang intensif dan inovatif.

See Also

"Pembangunan IPAL komunal melalui gerakan STBM ini diharapkan akan mampu memicu masyarakat dan mengundang keterlibatan berbagai pihak, terutama di lokasi lokasi yang masih rentan terhadap masih perilaku buang air besar sembarangan tersebut," ujarnya. Program Simaskota adalah program peningkatan kapasitas warga untuk mampu melakukan perubahan perilaku sanitasi melaui program STBM, termasuk dalam hal ini dukungan penyediaan infrastruktur sarana prasarana. Pembelajaran dari program Simaskota DKI ini menunjukkan bahwa penanganan masalah sanitasi di DKI Jakarta harus bersamaan dalam pembangunan fiisk dan edukasi.

Perlu adanya beberapa opsi terknologi yang sesuai dengan kondisi geografis dan situasi social di masyarakat. Di Tebet Timur dibangun IPAL Komunal 6 tangki septik 1 bak, 1 IPAL mini dengan penerima manfaat 80 KK (209 jiwa). Di Pademangan Barat dibangun 12 unit jamban sebanyak 18 KK ( 77 jiwa pengguna) dan 1unit IPAL biofilter mini yang dibangun di RPTRA yang cakupan perhari 20 KK. Setelah lokakarya pembelajaran tanggal 17 Desember 2019, Kegiatan lokakarya Pembelajaran Simaskota dilanjutkan dengan media field trip pada tanggal 18 Desember 2019 dengan melibatkan awak media untuk meliput secara langsung ke lokasi pelaksanaan program.

Diharapkan pembelajaran dari Simaskota DKI ini akan disebar luaskan oleh media sehingga bisa menjadi acuan untuk diterapkan di wilayah lainnya. Program Simaskota merupakan program kemitraan dari APP Sinar Mas, Pemprov DKI Jakarta, konsorsium SPEAK Indonesia serta USAID–IUWASHPLUS. Program ini telah dilakukan dalam durasi satu tahun, dari Oktober 2018 hingga Oktober 2019.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Terradorap.com © Copyright 2019 - All Rights Reserved. Nikmati Hari dengan Informasi Terbaru.
Scroll To Top