Now Reading
Psikolog Imbau Masyarakat buat Tidak Heboh & Ambil Pelajaran Kasus Reynhard Sinaga

Psikolog Imbau Masyarakat buat Tidak Heboh & Ambil Pelajaran Kasus Reynhard Sinaga

Avatar

Masyarakat di dua negara, Inggris dan Indonesia tengah dihebohkan dengan terbongkarnya kasus pemerkosaan berantai yang dilakukanseorang WNI bernamaReynhard Sinaga. Reynhard menjadi sorotan saat dirinya dijatuhi hukuman seumur hidup atas kejahatannya olehPengadilan Manchester, Inggris. Dikutip dari channel , ia telah memperkosa 190 orang dalam rentan waktu 1 Januari 2015 hingga 2 Juni 2017 atau 2,5 tahun.

Kasusnya mulai terbongkar saat seorang korbanya sadar dan langsung memukul pria berjuluk 'Predator Seks' ini. Setelah melancarkan pukulan, korban melaporkan kejadian memilukan yang ia alami kepada kepolisian setempat. Polisi kemudian melakukan penyelidikan mendalam dalam kasus yang disebut sebut kejahatan serial rapist atau pemerkosaan berantai paling besar di negaraInggris.

Sekitar 800 video saatReynhard aksi bejatnya menjadi barang bukti kuat untuk kepolisian mencari korban korban yang diyakini akan bertambah jumlahnya. Terlepas dari kasus yang membelit, pria kelahiran 19 Februari 1983 ini merupakan sosok yang memiliki latar pendidikan yang tinggi. Dikutip dari laman ,kedatanganReynhard ke KotaManchester dalam rangka memperoleh gelarPhD. pada ilmu geografi manusia di Universitas Leeds.

Kehebohan kasus yang membelitReynhard Sinaga sudahmenjadi sorotan sejak Senin (6/1/2020). Berbagai media beramai ramai kasus tersebut menjadi konsumsi masyarakat, terutama yang ada di Indonesia. Psikolog sekaligus Kepala UPT Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Hudaniah, S.Psi., M.Si berpesan agar masyarakat tidak terlalu heboh dengan kasusReynhard Sinaga.

Menurutnya, yang terpenting selain menghukum setimpal sesuai dengan perilakunya, masyarakat tidak boleh melupakan kondisi korban. Hudaniah melanjutkan, apapun bentuk kasus kekerasan yang terjadi tihak berhenti di penegakan hukum saja. Namun para korban dinilai perlu mendapat pendampingan khusus. Ini dilatarbelakangi para korban berpotensi menjadi pelaku kekerasan seksual selanjutnya di kemudian hari.

Terlebih ketika si korban mendapatkan pelecehan seksual di bawah umur. "Melakukan hal yang sama, bahkan yang lebih parah lah. Korbanberpeluang menjadi pelaku," tandasnya. Hudaniah juga mengajak masyarakat untuk mengambil pelajaran dalam kasusReynhard Sinaga dengan lebih peduli dan peka dengan keadaan sekitar.

"Melindungi anak anak untuk tidak menjadi korban korban, sehingga dapat menekan untuk menjadi pelaku," tandasnya. Hudaniahmelihat ada kemungkinanReynhard mengidapgangguan orientasi seksual. Penyimpangan ini terlihat dariindikasi indikasi yang diungkap di dalam persidangan maupun dari kehidupan sehari hari Reynhard.

Dari jumlah keseluruhan korban, 48 yang telah teridentifikasi berjenis laki laki. "Korban sama sama homoseksual, ternyata dia di group homoseksual, bukan orang asing di komunitas homoseksual di Inggris," kataHudaniah. ,Reynhard mengidapgangguan orientasi seksual menurut dosen UMM ini dapat dilihat dari judul tesis S3 nya.

Diketahui Reynhard menyusun tesisnya berjudul: " Sexuality and everyday transnationalism among South Asian gay and bisexual men in Manchester (Seksualitas dan transnasionalisme sehari hari di antara pria gay dan biseksual Asia Selatan di Manchester)" Tesis yang diajukan pada Agustus 2016 silam ini ditolak danReynharddiberi waktu untuk melakukan koreksi. Dapat dilihat dari saatReynhard melakukan aksi bejatnya saat memperkosa para korbanya.

Reynhard awalnya memberikanGHB alias gamma hydrozybutyrate untuk membuat tertidur. Setelah tidak sadarkan diri,Reynhard melakukan aksinya. Tidak berhenti disitu, ia juga merekam denganReynhard adegan pemerkosaannya. Ketiga indikasi ini yang membuatHudaniah yakinReynhard memilikidisorientasi seksual.

"Terangkai semua bahwa dia tertarik dengankehidupan kehidupan itu (homoseksual, red)," tegasHudaniah. Hudaniah menduga penyebabgangguan oreinetasi seksualyangdimilikiReynhard berasal dari pengalamannya waktu kecil, terutama dalam masa masa emas perkembangan. "Ada hal hal yang terjadi, barangkali di golden age ," katanya.

Menurutnya adapengalaman teraumatis yang bisa saja dialamiReynhard ketika dirinya masih kecil. Pengalam yang dimaksud Hudaniah, bisa berupa tidak terpenuhinya kebutuhan psikologis seperti rasa aman dan kasih sayang dari sang orangtua ketika umur 0 hingga 18 bulan. "Bayi misalnya rewel dan dia tidak terpenuhi kebutuhannya. Maka bisa terbentuk rasa tidak percaya kepada orang dewasa yang ia bawa hingga besar," ujarnya.

See Also

Kemudian masa perkembangan anak dilanjutkan di usia anal di umur 3 tahunnya. Artinya anak akan mengenal bagaimana untuk membuang dan menahan kebutuhan hajadnya di masa ini. "Ketika kecil tidak mendapatkan pembelajaran benar, saat dewas dirinya tidak akan memiliki kompetensi yang baik untuk masa perkembangan selanjutnya," tuturHudaniah.

Tahapan usia anal anak akan berlanjut ketika anak menginjak umur 6. Dalam fase inilah anak akan bisa mulai mengenal namanyagender (perbedaan jenis kelamin). Di usia inilah peran ayah dan ibu dibutuhkan untuk membetuk anak supaya bisa mengindentifikasi dengan baik siapa dirinya.

"Anak akan mengeksplorasisoal identitas dirinya sebagai laki laki atau sebagai perempuan. Kalau laki laki ia akanmengindentifikasi ayahnya" "Jika perempuan akan melakukan mengindentifikasi dari ibu,"tandasHudaniah. Prosesindentifikasi yang tidak sempurna membuat anak memiliki orientasi yang salah ketika dirinya beranjak dewasa.

Bahaya yang dapat ditimbulkan adalah dirinya tidak mengetahui bagaimana cara memperlakukan orang lain yang memiliki jenis kelamin yang berbeda. Dan dimungkinkan untuk melakukan hal hal yang menyimpang di masa masa dewasanya. Hudaniah menekankan, untuk mengetahui permasalahan yang dialamai Reynhard soaldisorientasi seksualnya perlu pengamatan mendalam.

"Kalau tidak berinteraksi langsung, kita tidak akan mendapat jawabannya," tutupnya.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Terradorap.com © Copyright 2019 - All Rights Reserved. Nikmati Hari dengan Informasi Terbaru.
Scroll To Top