Now Reading
Seruan Para Tokoh Agama Didengar di Kampung Sawah

Seruan Para Tokoh Agama Didengar di Kampung Sawah

Avatar

Menjalankan ibadah puasa seperti di bulan Ramadan tahun sebelumnya tentu tak bisa dilakukan warga Kampung Sawah di tengah situasi Covid 19 sekarang ini. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kini resmi berlaku di wilayah Bekasi. Warga sedianya beristirahat di rumah masing masing, menindaklanjuti kebijakan pemerintah memutus rantai penyebaran virus Covid 19. Jacob menceritakan, sebelum ada Covid 19, di bulan Ramadan, mereka yang beragama Islam di Kampung Sawah tidak merasa perlu diperlakukan istimewa saat berpuasa.

"Bahwa teman teman muslim di sini tidak perlu mengatakan minta dihargai. Dari tahun ke tahun, waktu ke waktu kami sudah saling menghargai," Jacob salah seroang warga Kampung Sawah. Pernyataan Jacob dibenarkan Ani, mantan Ketua Rukun Warga (RW) di Kampung Sawah. Ani bercerita, toleransi antar umat beragama warga Kampung Sawah tak bisa dijelaskan dengan kata kata. "Tidak ada yang saling menjelekkan, atau saling memberi pengaruh yang tidak baik," kata Ani. Ani mengatakan, warga Kampung Sawah selalu saling menghormati dan menghargai satu sama lain walaupun banyak perbedaan.

Saat Hari Raya, lanjut Ani bercerita, warga yang non muslim berkunjung, silaturahmi ke rumah mereka yang muslim. "Begitu juga sebaliknya. Masyarakat sudah terbina tentang hal itu di sini," ujar Ani. Ani mengaku tak tahu menahu sejak kapan toleransi begitu kental menyelimuti kehidupan warga di Kampung Sawah. "Intinya kita ini penerus, toleransi itu sudah ada turun temurun di Kampung Sawah ini," ujar Ani. Ada beragam suku yang sudah turun temurun hidup di Kampung Sawah. Namun, diungkap Ani di Kampung Sawah tidak ada satu dengan yang lain berkelompok sendiri sendiri. Mereka mengedepankan persatuan.

Ani menceritakan, peran tokoh agama dalam menjaga pluralisme dan nilai toleransi di Kampung Sawah selama ini sangat penting. Tokoh agama menjadi kunci utama mempertahankan persatuan antar umat beragama yang ada di Kampung Sawah. "Seruan atau suara para tokoh agama pasti akan lebih didengar dari pada unsur lainnya," kata Ani. Baik kiai, ustaz, pastor, lurah, Ketua RT/RW, lanjut Ani, setiap ada kesempatan tak henti hentinya menyuarakan dan menyerukan persaudaraan dan toleransi. Ani menegaskan, sejatinya warga Kampung Sawah memang bersaudara.

See Also

Tidak hanya melalui seruan dan suara saja, di Kampung Sawah, para tokoh agama turut menjadi role model penerapan toleransi dengan mengambil peran langsung dan nyata. Para tokoh agama, kata Ani, biasanya bersilaturahmi satu dengan yang lain dalam berbagai kesempatan. "Para tokoh agama tidak hanya hadir dalam pertemuan pertemuan yang sifatnya lintas agama, tetapi juga membawa atau mengajak pengikutnya," kata Ani. Mayoritas warga asli Kampung Sawah berdarah Betawi. Betawi di Kampung Sawah berbeda dengan orang Betawi di Jakarta. "Betawi pinggiran dan di Jakarta bedanya itu di bahasa.

Kalau Betawi Jakarta ada ye atau bagaimana, kalau kita ya Betawi Kampung Sawah. Bahasanya pun bahasa Kampung Sawah," cerita Ani.

View Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Terradorap.com © Copyright 2019 - All Rights Reserved. Nikmati Hari dengan Informasi Terbaru.
Scroll To Top